Just writing 2

6 01 2006
Setitik kata puitiskan jiwa
Pada makna lagu yang kau lantun
Pada bait Syair yang kau tulis
menyiram gersang nurani
dan Membasahi segenap pori
Duhai permata hati
Gerangan anggun senyum kau berikan
pada tulus jiwa raga
Pada keping sucinya hati
dan
Mengisi kekosongan sukma
duhai permata hati
lelah jiwa berangsur sirna
saat dendang nyanyi menyenandung
menggetari gendang- gendang telinga
dan merobek kegalauan rasa
duhai permata hati
Adakah
Maaf kan terberi
Saat mentari mulai berseri
menyongsong datang sang pagi.

Tindakan

Information

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.