Just writing 2

6 01 2006
Setitik kata puitiskan jiwa
Pada makna lagu yang kau lantun
Pada bait Syair yang kau tulis
menyiram gersang nurani
dan Membasahi segenap pori
Duhai permata hati
Gerangan anggun senyum kau berikan
pada tulus jiwa raga
Pada keping sucinya hati
dan
Mengisi kekosongan sukma
duhai permata hati
lelah jiwa berangsur sirna
saat dendang nyanyi menyenandung
menggetari gendang- gendang telinga
dan merobek kegalauan rasa
duhai permata hati
Adakah
Maaf kan terberi
Saat mentari mulai berseri
menyongsong datang sang pagi.




Just writing 1

6 01 2006
Kurangkai kata ini…
Saat mentari beranjak meninggi
dan tetesan embun basahi bumi
Kutulis syair ini…
Saat bongkahan hati terasa nyeri
Atas semua yang telah terjadi
Aku tahu…
Engkau adalah anugerah untuk sekeping hati
Yang pernah tumbuh bersemi
Dan kemudian mati pada detik hari
Engkau adalah materi…
Yang senantiasa mengisi ruang kosong imaji
Akan tetapi…
Raguku terus menghantui
Saat semua yang kita lalui
Melintas pada ujung memori







Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.