Setitik kata puitiskan jiwa
Pada makna lagu yang kau lantun
Pada bait Syair yang kau tulis
Pada makna lagu yang kau lantun
Pada bait Syair yang kau tulis
menyiram gersang nurani
dan Membasahi segenap pori
Duhai permata hati
Gerangan anggun senyum kau berikan
pada tulus jiwa raga
Pada keping sucinya hati
dan
Mengisi kekosongan sukma
duhai permata hati
lelah jiwa berangsur sirna
saat dendang nyanyi menyenandung
menggetari gendang- gendang telinga
dan merobek kegalauan rasa
duhai permata hati
Adakah
Maaf kan terberi
Saat mentari mulai berseri
menyongsong datang sang pagi.
dan Membasahi segenap pori
Duhai permata hati
Gerangan anggun senyum kau berikan
pada tulus jiwa raga
Pada keping sucinya hati
dan
Mengisi kekosongan sukma
duhai permata hati
lelah jiwa berangsur sirna
saat dendang nyanyi menyenandung
menggetari gendang- gendang telinga
dan merobek kegalauan rasa
duhai permata hati
Adakah
Maaf kan terberi
Saat mentari mulai berseri
menyongsong datang sang pagi.